Laman

Minggu, 07 September 2014

Aku Anak Pramuka SNESADELA 2402-67

Aku Anak Pramuka snesadela 2402-67

SALAM PRAMUKA........
Perkenalkan namaku Ulil Anwar biasa dipanggil Ulil atau lebih sering dipanggil Cak Ulil. Mungkin aku bisa dipanggil anak pramuka karena kegemaranku mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang ada di sekolahku yaitu SMPN 1 Deket Lamongan. Pada kegiatan pramuka yang ada di sekolahku aku hampir tidak absen sama sekali saat mengikuti kegiatan tersebut. Dulu pada waktu kelas tujuh, aku ingin sekali menjadi dewan galang atau DG karena DG merupakan salah satu cara untuk menyalurkan kemampuanku yang kumiliki kepada adik adik kelasku, yaaaa..... bisa dibilang pembina,pembimbing, ataupun guru.
Aku sangat menyukai kegiatan kepramukaan terutama kemah baik indoor maupun outdoor. berikut ini adalah foto ketika ada kegiatan kemah di Buper Wana Wisata Pacet Mojokerto Tanggal 28-30 Desember 2013 kemarin,
 
Berikut ini adalah nama-nama temanku yang ada di foto di atas:
1. Erwin F.
2. Aku/Ulil Anwar
3. Falah
4. Adam I.
5. Vianizar I.A.
6. Ajeng
7. Rahayu M. A
8. Indah
9. Dewi Nur K.
10. Rosidah
11. Nur Afifah
Ada hal yang seru loh pada kegiatan pramuka di sekolahku,banyak games,penuh canda tawa, dan yang paling spesial yaitu ada kejutan bagi anak yang sedang ulang tahun yaitu dijahili tanpa sepengetahuan anak itu. Misalnya membuat tegang,sedih,keheranan, bahkan sampai menangis segala. heheheh......
Ini ada satu foto yang mewakili hari ulang tahunnya salah seorang temanku,Rosidah, ada beberapa teman yang dikumpulkan terlebih dahulu mengetes mental mereka karena tesnya berupa ada yang harus keluar dari DG SMPN 1 Deket,teman-temanku yang ada disana ada 6 anak tapi semuanya sudah meninggalkan lapangan kecuali Rosidah(disuruh pembina coz ini kan suprise untuknya) suprisenya adalah diguyur dengan air secara tiba-tiba terus ditaburin dengan tepung. :D hahahahahaaaa........
 
ssssssstt  jangankan dia aku aja tegang and tertawa tanpa henti ketika dia akan diguyur dengan air.
Begitulah kegiatan Pramuka yang ada di SMPN 1 Deket.

Pembagian Zaman Pra Aksara dan Ciri-cirinya




PEMBAGIAN ZAMAN PRA AKSARA DAN CIRI-CIRINYA

Apa yang dimaksud dengan Zaman Pra Aksara?
Ζaman pra aksara atau pra sejarah adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan.
Pada masa ini, kita tidak dapat mengetahui sejarah serta kebudayaan manusia melalui tulisan. Satu-satunya sumber untuk mengetahui kehidupan manusia purba hanya melalui peninggalan-peninggalan mereka yang berupa fosil, alat-alat kehidupan, dan fosil tumbuh-tumbuhan maupun hewan yang hidup dan berkembang pada masa itu.
Zaman pra aksara di Indonesia berlangsung sampai abad ke-3 Masehi. Jadi, pada abad ke-4 Masehi, manusia Indonesia baru mulai mengenal tulisan. Hal ini dapat diketahui dari batu bertulis yang terdapat di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Meskipun prasasti tersebut tidak berangka tahun, tetapi bahasa dan bentuk huruf yang digunakan menunjukkan bahwa prasasti tersebut dibuat kurang lebih tahun 400 Masehi.
Pembagian Zaman berdasarkan proses terbentuknya bumi
Ternyata proses terbentuknya bumi memakan waktu yang lama sekali sehingga para ahli geologi membaginya kedalam beberapa masa, dimana masing-masing masa/zaman memakan waktu sampai jutaan tahun lamanya.
Pembagian Zaman Berdasarkan Geologi

Zaman Arkaikum
Zaman ini diperkirakan berusia 340 juta tahun. Keadaan bumi belum setabil masih berubah-ubah. Zaman ini juga disebut zaman primer karena mulai ada tanda-tanda kehidupan.

Zaman Paleozoikum
Zaman ini diperkirakan berusia 340 juta tahun. Keadaan bumi belum setabil masih berubah-ubah. Zaman ini juga disebut zaman primer karena mulai ada tanda-tanda kehidupan.
Beberapa kejadian penting yang terjadi dalam kurun waktu tersebut adalah tiga kepunahan masa utama. Kepunahan adalah total hilangnya seluruh anggota spesies atau kelompok takson yang lebih tinggi. Kepunahan massa adalah kepunahan dalam jumlah besar yang di alami spesies atau kolompok takson lebih tinggi yang tejadi dalam kurun waktu hanya beberapa juta tahun.
Zaman ini dibagi menjadi 5 bagian, yaitu:
Cambrium
        Kambrium adalah periode pada skala waktu geologi yang dimulai pada sekitar 542 ± 1,0 jtl (juta tahun lalu) dan berakhir pada sekitar 488,3 ± 1,7 juta tahun yang lalu. Mulai muncul adanya tanda-tanda kehidupan di bumi, seperti : kerang dan ubur-ubur.

Periode ini merupakan periode pertama era Paleozoikum. Kelimpahan makhluk hidup yang di temukan pada periode ini kemungkinan berhubungan dengan evolusi skeleton (rangka). Hal tersebut di tunjukan oleh fosil hewan ditemukan yang mempunyai skleton

Silur
            Silur adalah periode pada skala waktu geologi yang berlangsung mulai akhir periode Ordovisium, sekitar 443,7 ± 1,5 juta tahun lalu, hingga awal periode Devon, sekitar 416,0 ± 2,8 juta tahun yang lalu. Mulai ada tanda-tanda kehidupan hewan bertulang belakang tertua. Seperti : ikan pelindung di sebelah luar. Dalam era Paleozoik mulai terjadi penguasaan daratan oleh makhluk hidup.

Devon
            Devon adalah periode pada skala waktu geologi yang termasuk dalam era Paleozoikum dan berlangsung antara 416 ± 2,8 hingga 359,2 ± 2,5 juta tahun yang lalu. Mulai ada tanda-tanda kehidupan binatang jenis amphibi tertua.
 
Karbon
            Karbon adalah suatu periode dalam skala waktu geologi yang berlangsung sejak akhir periode Devon sekitar 359,2 ± 2,5 juta tahun yang lalu hingga awal periode Perm sekitar 299,0 ± 0,8 juta tahun yang lalu. Nama "karbon" diberikan karena adanya lapisan tebal kapur pada periode ini yang ditemukan di Eropa Barat. Mulai ada tanda-tanda kehidupan binatang merayap jenis reptil.


Perm
            Perm atau permian adalah periode dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 299,0 ± 0,8 hingga 251,0 ± 0,4 juta tahun yang lalu. Periode ini merupakan periode terakhir dalam era Paleozoikum. Mulai ada tanda-tanda kehidupan hewan darat, ikan air tawar, dan amphibi.
Zaman ini diakhiri dengan kepunahan massal.

Dan hal ini menjadi akhir dari zaman Paleozoikum

Zaman Mesozaikum
Disebut juga disebut zaman sekunder yang diperkirakan berusia 140 juta tahun. Saat itu, mulai muncul pohon-pohon besar dan hewan-hewan besar, seperti: Dinosaurus, Atlantasaurus, Tyrannosaurus serta jenis burung-burung besar.

Zaman ini berlangsung kurang lebih 140 juta tahun. Iklim semakin membaik, curah hujan mulai berkurang. Sungai-sungai besar dan danau banyak yang mengering dan berlumpur. Zaman ini disebut zaman reptil karena didominasi perkembangan jenis reptil.

Trias : Pada masa ini terdapat kehidupan ikan, amphibi, dan reptil.

Jura : Pada masa ini terdapat kehidupan reptil dan sebangsa katak.

Calcium : Pada masa ini terdapat burung-burung pertama dan tumbuhan.

Zaman Neozoikum
Zaman ini diperkirakan berusia sekitar 65 juta-55 juta tahun. Keadaan bumi semakin membaik, perubahan cuaca tidak begitu besar sehingga kondisinya lebih setabil dan kehidupan berkembang dengan pesat.
Zaman ini dibedakan atas dua zaman, yaitu:

Zaman Tersier
        Zaman ini ditandai berkurangnya jenis-jenis binatang besar dan telah hidup jenis-jenis binatang menyusui, yaitu kera dan monyet. Selanjutnya mulai berkembang jenis kera manusia.


Zaman Kwarter
            Zaman ini merupakan masa terpenting dalam kehidupan sebab mulai muncul kehidupan manusia purba.

Zaman Kwarter terdiri atas dua bagian, yaitu:
Kala Pleistocen (Zaman Dilluvium)
            Masa ini berlangsung kira-kira 3.000.000 tahun-10.000 tahun yang lalu.  Keadaan alam pada masa ini masih liar dan labil karena silih bergantinya dua zaman, yaitu Zaman Glasial dan Zaman Interglasial.

Kala Holocen (Zaman Alluvium)
Dimulai sekitar 10.000 tahun yang lalu. Pada awal kala Holosen, sebagian besar es di kutub utara sudah lenyap, sehingga permukaan air laut naik lagi. Tanah-tanah rendah di daerah Paparan Sunda dan Paparan Sahul tergenang air dan menjadi laut transgresi. Dengan demikian muncullah pulau-pulau di nusantara. Pada masa ini hidup manusia yang disebut Homo Sapiens (Manusia Cerdas).

Pada masa ini juga mulai muncul nenek moyang kita sekarang ini dan mulailah terjadi perkembangan kebudayaan manusia yang pesat.

mobil


Mobil adalah kendaraan darat yang digerakkan oleh tenaga mesin, beroda empat atau lebih (selalu genap). Biasanya menggunakan bahan bakar minyak (bensin atau solar) untuk menghidupkan mesinnya.
Mobil mempunyai sejarah tersendiri dari sejarah otomotif lainnya. Mobil juga menjadi populer di masa terciptanya atau awal dari adanya mobiil itu. mobil itu sangatlah populer dari masa ke masa, mulai dari awal permulaan hingga sekarang. Karakteristik mobil di awal, sangatlah sederhana tanpa ada hiasan atau aksesoris yang menambah kesan bagi para pengguna atau yang melihat mobil itu.
Mobil itu mempunyai inovasi yang selalu berubah dan berkembang dari masa ke masa sehingga layak dijadikan obyek observasi. Perusahaan mobil sekarang mulai berkembang dan sangatlah modern sehingga mobil yang diproduksi memiliki tingkat keamanan yang terjamin.
Perusahaan mobil juga bermacam-macam dalam memproduksi mobil sehingga banyak ditemukan jenis mobil yang ada di dunia ini berbeda-beda, bermacam-macam,dan  ada yang berkualitas tertinggi sampai terciptanya mobil dengan trobosan terbaru.
Macam-macam jenis mobil di dunia, membuat ketertarikan tersendiri untuk mengamati semua tentang mobil. Mulai dari sejarah, kepopuleran, inovasi, industri, dan jenis kendaraan mobil.

Kewajiban seorang muslim terhadap sesama muslim


Hak/kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya, yaitu : “Menjenguknya apabila sakit, mengiringi jenazahnya apabila meninggal, memenuhi undangannya, mengucapkan salam apabila bertemu, mendo'akan YARHAMUKALLAAH (semoga Allah memberimu rahmat) apabila bersin, dan menasehatinya apabila tidak hadir atau hadir.”.
Dalilnya :
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ تَابَعَهُ عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ وَرَوَاهُ سَلَامَةُ بْنُ رَوْحٍ عَنْ عُقَيْلٍ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Abu Salamah dari Al Awza'iy berkata, telah mengabarkan kepada saya Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya Sa'id bin Al Musayyab bahwa Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang yang bersin". Hadits ini diriwayatkan pula oleh 'Abdur Razaq berkata, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dan meriwayatkan kepadanya Salamah bin Rauh dari 'Uqail. (HR. Bukhori No.1164)
حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ تَجِبُ لِلْمُسْلِمِ عَلَى أَخِيهِ رَدُّ السَّلَامِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ قَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ كَانَ مَعْمَرٌ يُرْسِلُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ الزُّهْرِيِّ وَأَسْنَدَهُ مَرَّةً عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya; Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Ibnu Al Musayyab bahwa Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kewajiban seorang muslim terhadap sesama muslim ada lima: (1) Menjawab salam. (2) Mendoakan yang bersin. (3) Memenuhi undangan. (4) Mengunjungi yang sakit, dan (5) Ikut mengantar jenazah." Dan telah menceritakn kepada kami Abdu bin Humaid telah mengabarkan kepada kami Abdur Razzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar memursalkan Hadits ini dari Az Zuhri dan pernah menyandarkannya dari Ibnu Al Musayyab dari Abu Hurairah. (HR. Muslim No.4022)
وَبِإِسْنَادِهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ مِنْ حَقِّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ رَدُّ التَّحِيَّةِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَشُهُودُ الْجِنَازَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ إِذَا حَمِدَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya, dan dengan sanadnya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Lima kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya; menjawab salam, memenuhi undangan, menghantarkan jenazah, menjenguk orang sakit dan mendoakan orang yang bersin jika ia memuji Allah 'azza wajalla." (HR. Ahmad No.8047)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ دَاوُدَ بْنِ سُفْيَانَ وَخُشَيْشُ بْنُ أَصْرَمَ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ الْمُسَيِّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ تَجِبُ لِلْمُسْلِمِ عَلَى أَخِيهِ رَدُّ السَّلَامِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَازَةِ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin dawud bin Sufyan dan Khusyaisy bin Ashram keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq berkata, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lima hal yang wajib dilakukan oleh seorang muslim kepada saudaranya; menjawab salam, menjawab bersin, memenuhi undangan, menjenguk saat sakit dan ikut mengiringi jenazah." (HR. Abu Daud No.4375)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ مِنْ حَقِّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ رَدُّ التَّحِيَّةِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَشُهُودُ الْجِنَازَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ إِذَا حَمِدَ اللَّهَ
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr dari Muhammad bin Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lima hak seorang muslim atas muslim lainnya; menjawab salam, memenuhi undangan, mengiringi jenazah, menjenguk di kala sakit, dan menjawab bersin jika ia bertahmid (mengucapkan Al Hamdulillah)." (HR. Ibnu Majah No.1425)
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْمُؤْمِنِ عَلَى الْمُؤْمِنِ سِتُّ خِصَالٍ يَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ وَيَشْهَدُهُ إِذَا مَاتَ وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ وَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِذَا لَقِيَهُ وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ وَيَنْصَحُ لَهُ إِذَا غَابَ أَوْ شَهِدَ
Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Musa dari Sa'id bin Abu Sa'id dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hak orang mukmin terhadap mukmin yang lainnya ada enam hal: menjenguknya jika ia sakit, menyaksikannya jika ia meninggal dunia, memenuhi panggilannya jika ia mengundang, mengucapkan salam kepadanya jika bertemu, mendo'akannya jika ia bersin dan menasehatinya jika ia tidak nampak atau hadir." (HR. An Nasa’I No.1912)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْمَخْزُومِيُّ الْمَدَنِيُّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْمُؤْمِنِ عَلَى الْمُؤْمِنِ سِتُّ خِصَالٍ يَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ وَيَشْهَدُهُ إِذَا مَاتَ وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ وَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِذَا لَقِيَهُ وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ وَيَنْصَحُ لَهُ إِذَا غَابَ أَوْ شَهِدَ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَمُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْمَخْزُومِيُّ الْمَدَنِيُّ ثِقَةٌ رَوَى عَنْهُ عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ وَابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Musa Al Makhzumi Al Madani dari Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hak seorang mukmin atas mukmin lainnya ada enam, yaitu; menjenguknya apabila sakit, mengiringi jenazahnya apabila meninggal, memenuhi undangannya, mengucapkan salam apabila bertemu, mendo'akan YARHAMUKALLAAH (semoga Allah memberimu rahmat) apabila bersin, dan menasehatinya apabila tidak hadir atau hadir." Perawi berkata; Hadits ini hasan shahih, adapun Muhammad bin Musa Al Makhzumi Al Madani adalah tsiqah, Abdul Aziz bin Muhammad dan Ibnu Abu Fudaik telah meriwayatkan hadits darinya. (HR. At Tirmidzi No.2661)
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ مِنْ الْمَعْرُوفِ سِتٌّ يُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِذَا لَقِيَهُ وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ وَيَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ وَيَشْهَدُهُ إِذَا تُوُفِّيَ وَيُحِبُّ لَهُ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ وَيَنْصَحُ لَهُ بِالْغَيْبِ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْحَارِثِ فَذَكَرَ نَحْوَهُ بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَاهُ
Telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " (Hak) bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya dalam kebaikan ada enamhal; mengucapkan salam apabila bertemu dengannya, menjawab do'a apabila dia bersin, menjenguknya apabila sakit, mendatangi undangannya apabila diundang, melayatnya ketika meninggal dan mencintainya seperti mencintai dirinya sendiri serta menasehatinya ketika tidak ada." Telah menceritakan kepada kami Husain Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits. Kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengan sanad dan maknanya." (HR. Ahmad No.636 dan No.7922)
Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang yang lainnya yang hampir sama dengan dalil diatas.
Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus.

wong rabi niku nopo?

"Wong rabi niku nopo?…saling mengisi…saling memenuhi, nopo?..tumbu oleh tutup..lak tumbu karo tutupe niku podo nopo mboten?. Seje..tapi wong mergo cocok..dadi apik.e.. sng wadahe butuh tutup..tutupe butuh wadah..ayok ngomongo…kiro2 tutup gak onok wadahe, ya opo kiro2?..utah nopo mboten? utah..wadah gak onok tutupe? Ayo?..Sido mambu opo ndak?...jok ngguyu…lho ngeeten lho..ojok yo..jangan sekali2 kita tertipu oleh cinta..dan kita pun jangan sampai terbius oleh indahnya cinta..ojok..ayok..lek wes awakmu simpati karo arek2..nek wes awakmu seneng menyang koncomu..sak durunge nemeen..ayok cepet2 istikhoroh menyang gusti Allah…”baikkah dia untuk saya ya Allah?”,..ngono lhoo…

Lha barang wes rabi yo opo? Menempuh hidup baaru..hidup baru yang mana? Sifat2, akhlaq2 yang telah tidak diridloi oleh Allah, diganti dengan kehidupan yang baru yang diridloi oleh Allah..wong kepengen jodoh iku duduk ketemune wong wedok ambek wong lanang duduk..sng dijodohno, sng ditemokn0 niku nopo? Pikirane karo atine…cocok nyocoki..lho cocok nyocoki niku ilmune Allah..sirrine Allah..tidak cukup hanya diracik..hanya direkayasa..di dalam ilmu dan pikiran..
”aku tak rabi karo iko..”. “Opo.o?..”, “sudah mapan…”, wadugh..”Anaknya direksi..anaknya direktur..”, nggeh ta?..”kekayaannya telah cukup, pendikikanya sukses..dan penghidupanya pun telah mndapat pekerjaan”…cukup? Gak cukup…lha kenyataane barang wes rabi..entek cintae..kasih sayange gak onok? aPa yg terjadi?. “Saya cari anak yang berpendidikan”..”saya cari anak….” harus? Harus.. tapi gak cukup…diistikhorohi maneh…menyang gusti Allah.. ya opo bisa menimbulkan kasih sayang sampek tekane pati?..lho kasih syang ini yang kita nggak tau…"

~Yai RA

seorang mukmin terhadap mukmin lain 2

"Seorang Mukmin bagi Mukmin lainnya seperti sebuah bangunan yang (saling) menguatkan satu sama lain” [HR. Bukhory Muslim], begitu terjemah dari sebuah hadits tentang persatuan. Di situ, Nabi SAW mengumpamakan ikatan persaudaraan di antara sesama Mukmin [baca: ukhuwwah Islamiyah] dengan bahasa simbol yang filosofis.

Beliau mengibaratkan mereka seperti sebuah bangunan (gedung/rumah) . Meskipun bangunan tersebut terdiri dari beberapa unsur yang berbeda bentuk dan fungsi, akan tetapi kesemuanya tetap kompak, saling mendukung, saling menguatkan, saling mengisi, serta menjalankan fungsi masing-masing tanpa dibayangi ‘rasa iri dan dengki’.

Lantai yang (berada) di bawah, tak pernah iri pada atap yang di atas. Pondasi yang fungsinya sangat vital namun terletak di bawah tanah (sehingga jarang diapresiasi perannya), tak pernah dengki pada tiang penyangga yang kokoh dan sangat terlihat sumbangsihnya terhadap eksistensi bangunan itu sendiri. Dan seterusnya.

Begitulah (kira-kira) yang diharapkan oleh Nabi SAW kepada seluruh umat Muslim di seluruh dunia dari penggunaan (bahasa) simbol ‘bangunan’ pada hadits tersebut: hidup berdampingan dengan penuh kedamaian, kerukunan, dan persatuan.

AllaaHummajma' syataata quluubinaa....Amin.

seorang mukmin terhadap mukmin lain

“Seorang Mukmin adalah (seumpama) cermin bagi Mukmin lainnya”. [HR. Bukhory dalam al Adab & al Thobroni dalam al Awsath]

Dalam hadits tersebut, lagi-lagi Nabi SAW menggunakan bahasa simbol yang sarat akan makna. Kali ini Beliau mengumpamakan fungsi atau tugas seorang Mukmin terhadap Mukmin yang lain seperti halnya fungsi sebuah cermin .

Kita tahu bahwa cermin (yang bening) adalah sebuah benda yang bisa merefleksikan atau memantulkan bayangan dari segala objek yang ada di depannya dengan tingkat akurasi yang tinggi, tajam, dan detil. Ketika kita ingin mengetahui raut wajah kita, apakah sedang kusut atau berseri, maka kita perlu bantuan cermin. Ketika kita ingin mengetahui modis tidaknya pakaian yang kita kenakan, cermin akan dengan ‘senang hati’ memberitahukannya pada kita.

Menurut saya, fungsi cermin semacam inilah yang diharapkan oleh Nabi SAW dari interaksi kita sebagai seorang Mukmin dengan saudara kita sesama Mukmin yang lain. Jika kita melihat kebaikan dan berbagi hal terpuji yang dilakukan oleh mereka, kitapun (harus) berusaha menirunya. Minimal, kita punya kecemburuan dan mempertanyakan diri kita sendiri, kenapa belum bisa melakukan hal terpuji yang sama seperti yang sudah mereka lakukan?. Dan sebaliknya, jika kita melihat hal-hal yang kurang patut, kurang pas, apalagi yang kurang terpuji dari mereka, kitapun tak segan dan tak canggung untuk mengingatkan dan menegur mereka, dengan cara yang baik tentunya [baca: wa tawaashauw bilhaq watawaashauw bish shabr].